ziarah kubur bab 1

Bismillah...

Ziarah kubur pada awal islam itu dilarang untuk laki"atau perempuan, karena pada masa awal datangnya islam, umat kala itu baru mengenal islam, sedangkan dahulunya mereka adalah orang-orang musrik.
Seperti yang kita ketahui bahwasanya orang-orang musrik kala itu mempunyai keyakinan yang menyimpang tentang orang" sholeh yang meninggal dunia dan masalah kuburan.

Di dalam sejarah islam menyakini bahwasanya kesirikan yang pertama kali muncul di permukaan bumi adalah masalah al hulu (berlebih" terhadap orang" sholeh yg meninggal). Sejak 1000 tahun Nabi Adam AS 
di turunkan (10 abad) lamanya tidak ada kesirikan di muka bumi, baru setelah 10 abad berlalu di situ ada orang-orang  sholeh yang meninggal sebagaimana yang Allah SWT terangkan di dalam al-quran sererti hud,wad, yaud, naser dll, mereka adalah orang" sholeh yg meninggal di jaman Nabi Nuh AS, kemudian sebagian kaumnya di bisikin oleh syaitan, supaya mereka membuat patung-patung di majlis-majlis mereka, supaya mereka ketika melihat patung-patung orang sholeh tersebut mempunyai semangat untuk beribadah
sebagaimana mereka (orang-orang sholeh) beribadah.



Setelah generasi ini tiada, maka syaitan datang kembali kepada generasi selanjutnya dan mengatakan bahwa nenek moyang mereka dahulu menyembah patung-patung tersebut, maka setelah itu  terjadi yang namanya kesirikan. Jadi kesirikan yang pertama terjadi di muka bumi adalah karena berlebih-lebihan berhulu kepada orang-orang sholeh yang meninggal dunia.

Didalam riwayat Abdullah Bin Abbas ra di dalam shohih bukhori menyebutkan bahwa patung-patung tersebut tersebar sampai ke jazirah arab sampai kaum qurays, dan setiap kaum mereka mempunyai salah satu patung-patung tersebut. Orang musrikin jaman duhulu mempunyai anggapan bahwasanya orang yang meninggal itu telah masuk kedalam alam gaib, dan mereka yang telah masuk ke alam gaib mengetahui tentang semua perkara-perkara yang gaib, karena mereka sama-sama gaib.

Padahal tidaklah demikian kebenaranya semuanya mahluk yang gaib mengetahui semua perkara-perkara yang gaib. Sebagai contoh adalah hadist yang datangnya dari Umar bin khatab tetang malaikat jibril yang datang kepada roosul dan menanyakan tentang datang nya hari kiamat, padahal kita ketahui bahwa malaikat jibril adalah makhluk yang gaib. Jin juga termasuk makhluk gaib, tetapi dia tidak mengetahui saat nabi sulaiman meninggal, malaikat Izroil yang tugasnya meniup sangkakala tanda tadangnya hari kiamat pun tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Artinya adalah bahwasanya setiap makhluk gaib itu belum tentu mengetahui semua perkara yang gaib.

Selain itu kaum musrikin beranggapan bahwasanya setiap orang yang meniggal itu bisa mendengar do'a kita dan bisa mengabulkan permintaan kita, atau bisa meminta kepada Allah SWT untuk mengabulkan do'a kita (sebagai perantara)
sebagai contoh didalam kehidupan sehari-hari adalah seandainya seorang anak kita meminta sesuatu kepada kita apakah kita mendengar? jawabnya adalah yaa kita mendengar, tetapi belum tentu kita bisa mengabulkan setiap permintaan anak-anak  kita tersebut. Apalagi yang yang di minta perkara-perkara gaib dimana cuma Allah swt yang bisa mengabulkan.
Inilah keyakin-keyakinan kaum musrikin di jaman Rosulullah SAW di awal datangnya agama islam kepada mereka. Karena masalah inilah Rosul melarang bagi kaum laki-laki atau perempuan untuk berziarah kubur.

Setelah orang islam bertambah banyak dan mengetahui ayat" allah swt, dan telah kokoh iman mereka, maka Rosulullah saw membolehkan mereka untuk zirah kubur, karena dengan ziarah ini banyak manfaat dan faidah-faidah yang di ambil oleh orang muslim. Akan tetapi Rosulullah saw tidak lupa memberi pelajaran bagaimana tata krama dan cara dalam berziarah kubur untuk melindungi umat-umatnya dari perbuatan sirik.


Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Terima kasih komentarnya. Seandainya ada kesalahan dalam penulisan dalil-dalilnya mohon koreksinya, kritik dan sarannya kami tunggu jazakallah