Hukum membaca amin امين

Bismillah
Hukumnya membaca amin (امين) setelah membaca surat Al-fatihah di lakukan diluar atau di dalam sholat adalah sunnah sebagaimana yang di jelaskan oleh Imam Ibnu Kastir ra.

Banyak diantara kita yang tidak mengetahui dalam hal ini dan menyakini bahwa membaca amin (امين) hanya di dalam sholat saja.
disunnahkan disini yang dimaksud adalah membaca amin  (امين) baik di luar atau di dalam sholat.
Perbedaanya adalah seandainya di dalam sholat mendapat tekanan khusus (muakad) dari Rasulullah saw, supaya kita tidak tergesa-gesa dalam meninggalkan kalimat amin (امين) sesudah iman selesai membaca akhir dari surat Al-fatihah. Ketika sholat berjamaah banyak yang tidak mengetaui dan menyangka bahwa kalimat amin (امين) itu hanya di ucapkan oleh ma'mun saja. Selain dari itu kalimat amin (امين disunnahkan di baca saat kita sholat berjama'ah maupun sendiri, dan di baca oleh imam dan ma'mum.
Dalil hadist dari , Wail bin Khujur berkata "bahwasanya pada suatu hari saya mendengar Nabi  saw membaca ghoiril maghdubi alaihim walabdholiiin, setelah itu beliau membaca amin (امين) dan beliau memanjangkan suaranya"HR.Imam Ahmad dan di hasankan oleh Tirmidzi

di Sunan Abu Daud disebutkan "beliau mengeraskan suara amin (امين) nya"
Di dalam 2 hadist tersebut Rasulullah saw membaca amin (امين) dengan mengeraskan dan memanjangkan suaranya, di sini memberi pelajaran kepada kita seandainya mengucapkan amin (امين) itu tidak boleh malu-malu dalam pengucapannya.

kalimat amin (امين) ini adalah salah satu syiar dan kita sebagai umatnya disunnahkan untuk mengikuti jejak beliau. Kalimat amin (امين) ini adalah merupakan sebuah karunia yang hanya diturunkan oleh allah swt khusus kepada umat Islam. Maka dari itu kaum yahudi iri karena kalimat amin (امين) ini, seperti disebutkan hadist Nabi saw "tidak ada yang melebihi keirian kaum yahudi atas kaum muslimin di bandingkan keirian mereka atas 2 karunia Allah yang diberikan kepada kaum muslimin yaitu kalimat salam 
 السلام عليكم dan amin  (امين) " HR Ibnu Majah dan di shohihkan oleh syeikh Albani.

Tetapi realita dikehidupan kita sehari-hari, kita minder bahkan malu mengucapkan salam atau amin ini, dan di ganti dengan kalimat-kalimat seperti "hi, hallo, selamat pagi dsb" bahkan di sekolah-sekolah atau di instansi-instani pemerintahan kita, innalillahi..
Coba kita bandingkan kalimat salam kita السلام عليكم dengan kata-kata seperti selamat pagi, selamat siang dll kalimat salam السلام عليكم boleh kita ucapkan di berbagai hal dan situasi, mau pagi, siang, sore, malam dll
tetapi kalimat selamat pagi dll itu hanya di khusukan untuk pagi dan sangat janggal kalau kita mengucapkan
selamat pagi di siang atau di sore hari, seandainya kita mengucapkannya, maka orang lain akan tertawa atau mengganggap kita kurang waras, itulah salah satu keistimewaan agama Islam, dan yang membuat kaum yahudi iri kepada kita. Kalimat amin ini selain ringan di ucapkan ternyata besar fadilahnya, seperti yang di nukil dari suatu hadist : "seandainya imam telah sampai bacaan ghoiril magdhubi alaihim waladhooliiin ucapkanlah amin (امين)" HR. Bukhori dan Muslim
failahnya :
bahwasanya barang siapa yang ucapanya aminnya bersamaan dengan ucapan aminya para malaikat maka dosa yang telah lampau akan diampuni. Ini adalah keistimewaan dan fadilah yang sangat luar biasa, makanya rugi kalau kita dalam sholat berjama'ah tidak mengucapkan amiin (امين). Kita tidak mendapatkan fadilah yang Rosulullah saw sebutkan diatas, akan di ampuni dosanya yang telah lampau bukankah ini salah satu tujuan kehidupan kita !!, bagaimana cara dosa-dosa kita di ampuni, salah satunya adalah dengan mempraktekkan hal yang ringan ini, tetapi sayang karena ringannya kita sering lupa atau pura-pura lupa dalam mengucapkannya.

Cara membaca amiin (امين). 
Panjang bacaan amin (امين) ini menurut Imam Ibnu Kastir adalah sama dengan kita membaca kalimat yaasinnn dalam surat yasin ayat 1
yaa= 2 harokat
siin= kurang lebih 5 sampai 6 harokat

tidak kepanjangan dan tidak kependekan dalam membaca amiin

aminn (امين) artinya adalah yaa allah kabulkanlah menurut para ulama.
setelah kita mengetahui arti dari kalimat amin tersebut akan bertanya kepada diri kita apakah sebelumnya kita membaca berdo'a?, coba kalau kita perhatikan terjemahan dari surat Al-fatihah ternyata didalamnya adalah do'a-do'a kita kepada Allah swt, maka dari itulah Rosulullah saw menganjurkan kita membaca kalimat amin (امين) tersebut setelah kita  selesai membaca Al-fatihah atau mendengarkanya.

Sekarang timbul pertanyaan, apakah kalimat amin itu termasuk ayat al-qur'an? ternyata bukan, kalimat amiin itu bukan termasuk surat atau suatu ayat dalam Al-qur'an, coba antum cari didalam didalam Al-qur'an apakah ada kalimat amin?? kita hanya di sunnahkan untuk membacanya setelah kita membaca surat al-fatihah dan itu bukan berarti amin (امين) adalah salah satu ayat di dalam surat al-fatihah atau dalam Al-qur'an

Allahu 'alam


Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Terima kasih komentarnya. Seandainya ada kesalahan dalam penulisan dalil-dalilnya mohon koreksinya, kritik dan sarannya kami tunggu jazakallah