Klasifikasi Orang Kafir dan hukum Turis

Bismillah...

Ketika Hukum Islam ditinggalkan dan ilmu agama dijahui, maka banyak sekali hak dan kewajiban yang terlantar dan disalah artikan. Sikap dan tindakan yang melanggar syari'at dianggap bagian dari syari'at, terutama yang berubungan dengan orang kafir. Sesungguhnya aksi-aksi berdarah terorisme yang sering menghantui negeri kita ini, muncul dari ediologi-ediologi yang salah, diantaranya adanya keyakinan bahwa orang kafir seluruhnya sama, wajib diperangi, tidak boleh diberi keamanan bahkan membunuh mereka adalah inti dan tujuan jihad fi sabilillah.

Padahal siapa saja yang membaca sirah Rasulullah saw, terutama dalam bab ghazawat (peperangan) terhadap orang-orang kafir, ia akan tahu bahwa tidak setiap orang kafr halal darahnya. Oleh karena itu, para ulama telah membagi orang kafir menjadi bagian dan setiap bagian memiliki hukum tersendiri.

Pembagian oran kafir dan hukumnya dalam Islam

1. Kafir dzimmi
Yaitu orang kafir yang tinggal dinegeri Islam, hidup dengan aman dan dibawah perlindungan pemerintahan muslim, dengan syarat membayar jizyah (upeti) sebagai jaminan keamananya. Orang kafir seperti ini terjaga darahnya dan tidak boleh diganggu. Sebagaimana sabda Rasulullah saw :
 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَ قَتِيلًا مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا (رواه النسائي)
Dari Abdillah ibn Amr, Rasulullah saw  bersabda : Barang siapa yang membunuh kafir dzimmi maka ia tidak akan  menghirup bau surga, dan sesuanggunya bau surga tersebut dapat dihirup dari jarak perjalanan empat puluh tahun. (HR an-Nasai:8742, dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohih al-jami' no.6457)

2.  Kafir mu'ahad
Yaitu orang-orang kafir yang tinggal dinegerinya, tetapi antara kita dan mereka terdapat perjanjian damai untuk tidak saling memerangi selama waktu yang telah disepakati. Namun, hal itu dengan syarat mereka tetap mematuhi perjanjian dan tidak melanggarnya. Dan kafir seperti ini juga tidak boleh dibunuh. Rosulullah saw bersabda:
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيْحَهَا تُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ أَرْبَعِيْنَ عَامًا
"Barang siapa membunuh kafir mua'had ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun" (HR. Bukhori:3166) 

3.  Kafir musta'man
Yaitu orang kafir yang mendapat jaminan kemanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin. Kafir jenis ini juga tidak boleh dibunuh sepanjang masih berada dalam jaminan keamanan. Dari Ummu Hani ra, beliau berkata:
يَا رَسُوْلَ اللهِ زَعَمَ ابْنُ أُمِّيْ أَنَّهُ قَاتِلٌ رَجُلاً قَدْ أَجَرْتُهُ فَلاَنَ بْنَ هُبَيْرَةَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ 
وَسَلَّمَ قَدْ أَجَرْنَا مَنْ أَجَرْتِ يَا أُمَّ هَانِئٍ
"Wahai Rasulullah, anak ibuku (yaitu Ali bin Abi Thalib ra)menyangka bahwa ia boleh membunuh orang yang telah saya lindungi (yaitu) si fulan bin Hubairah." Maka Rasulullah saw bersabda: "kami telah melindungi orang yang engkau lindungi, wahai Ummu Hani'"(HR. Bukhori:357 dan Muslim: 337)

4. Kafir harbi
Yaitu kabir selain dari tiga di atas. Kafir jenis inilah yang disyari'atkan untuk diperangi dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syari'at Islam. dan inilah yang dimaksud dalam surat Al'baqarah : 190-193.
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (١٩٠)
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ (١٩١)
فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٩٢)
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلا عُدْوَانَ إِلا عَلَى الظَّالِمِينَ

190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
 
191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, hingga mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah Balasan bagi orang-orang kafir.
192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi dan memerangi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi, dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi dan memerangi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
  
Golongan ini diperangi, apabila ia dan negaranya telah menampakkan atau menyatakan perang terhadap kaum muslimin atau kaum muslimin terlebih dahulu mengumumkan perang terhadap mereka setelah orang-orang kafir ini menolak ajakan kepada Islam.

Tidak semua kafir harbi diperangi !!
Meskipun kafir harbi halal darahnya, namun itupun tidak mutlak dilakukan, dalam Hadist Rosulullah saw melarang membunuh orang-orang kaum harbi yang tidak ikut dalam peperangan seperti : anak-anak, wanita, orang-orang jompo, berpenyakit lumpuh, banci, pendeta dan orang buta (lihat zad al-mustaqni' dalam syarh al-mumti' 8/27). Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa golongan ini tidak boleh dibunuh kecuali dengan salah satu dari tiga sebab:
  1. Mereka memiliki peran dalam pemikiran dan pengaturan
  2. Mereka ikut dalam Kancah peperangan
  3. Memberikan dorongan semangat kepada para tentara musuh untuk berperang. (Syarh al-Mumti'8/27 secara ringkas)   

Akibat menganiaya orang kafir yang terjaga darahnya
Pertama :  Mendapat ancaman dari RAsulullah saw . Banyak sekali ancaman Rasulullah saw terhadap orang yang menumpahkan darah yang terlindungi, diantaranya sabda beliau seperti hadist-hadist yang telah disebutkan diatas.
Bunuh diri: Sungguh sangat naif sikap yang diambil oleh orang-orang yang hendak membunuh orang-orang kafir dengan jumlah banyak, dengan cara bunuh diri (mungkin sekarang dengan cara meledakan diri atau bom bunuh diri). Maka hal ini terdapat dua pelanggaran besar.
  • Membunuh orang kafir yang terjaga darahnya. (tidak masuk surganya Allah saw, jangankan masuk, baunya saja mereka  tidak dapat)
  • Bunuh diri yang di haramkan didalam agama Islam
3. Membunuh sebagian orang muslim. Tidak kita ingkari bahwasanya aksi pembunuhan orang-orang kafir tersebut sering mengorbankan sebagian orang muslim. Padahal darah orang muslim sangatlah berharga disisi Allah swt.
4. Mencoreng nama baik Islam. Sesungguhnya Islam sangan jauh dari sikap pengecut ini, membunuh namun lari, tidak bertanggung jawab. Adapun konsep jihad dalam Islam sangatlah jelas dan memiliki adab-adab sebagaimana terperinci dalam kitab-kitab fiqih.
5. Menimbulkan pandangan negatif terhadap orang yang komitmen terhadap agama Islam. Sehingga orang-orang yang mengamalkan sunnah Rasulullah saw seperti memanjangkan jenggot dan cadar bagi wanita muslimah dianggap pengikut ajaran mereka. Sampai yang lebih menyedihkan, sikap orang tua yang takut terhadap anaknya yang mulai dekat dengan masjid dan buku-buku Islam, karena khawatir sikap terorisme itu muncul dari senang dan komitmennya terhadap agama Islam.

Hukum Turis, tamu-tamu asing negara dan semisalnya
 Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam kumpulan fatwa-fatwa beliau jilid 8 halaman 229, pernah ditanya :
apa hukum menganiaya turis-turis asing dan para tamu negara asing ke negeri-negeri Islam ???
Beliau menjawab :
ini tidak boleh, menganiaya siapa saja tidak boleh. Apakah itu para turis atau para pekerja, karena mereka adalah musta'mal (orang yang mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah). Mereka masuk dengan jaminan keamanan, maka tidak boleh menganiaya mereka. Tetapi hendaknya pemerintah dinasehati sehingga melarang apa-apa yang tidak patut untuk ditampakan. Adapun menganiaya mereka, maka itu tidak boleh. Adapun individu-individu manusia, tidak ada hak bagi mereka untuk membunuh, memukul, dan menyakiti mereka (para turis tersebut), bahkan kewajiban mereka untuk menggangkat perkara kepada pemerintah, karena menganiaya mereka berarti menganiaya orang-orang yang telah masuk kedalam jaminan keamanan.
Maka tidak boleh menganiaya mereka  akan tetapi perkara mereka diangkat kepada orang yang mampu menahan masuknya mereka atau menahan mereka dari kemungkaran yang nampak. Adapun menasehati dan mendakwahi mereka kepada Islam atau meinggalkan kemungkaran apabila mereka telah muslim, maka itulah perkara yang diinginkan.

Allahu'alam





Artikel Terkait:

2 comments:

  1. Maaf, maksudnya orang-orang jomblo dala kafir harbi gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf ukhti salah ketik, maksudnya orang jompo...

      Delete

Terima kasih komentarnya. Seandainya ada kesalahan dalam penulisan dalil-dalilnya mohon koreksinya, kritik dan sarannya kami tunggu jazakallah