Surat Untukmu Anakku.....

Ibu adalah makhluk Allah yang lemah
Seseorang yang lembut
Seseorang yang membutuhkan perhatian
Tetapi dia adalah seseorang yang kuat
Dia adalah seseorang yang kokoh

Karena ibu didalam Islam adalah tonggak yang tidak pernah patah
dia adalah tiang yang tidak pernah rubuh
Dia adalah bangunan yang kokoh, di terjang masa, di terpa badai

Sekalipun dia lembut, akan tetapi dia keras
Sekalipun dia lemah, Akan tetapi dia kuat

Ibu menempatkan dirinya diposisi terbaik dan termulia di seluruh anak adam as di dalam perbaktian.


Anakku..
Ibu tidak ibu tidak akan mengangkat keluhan ini ke langit
Ibu tidak akan adukan duka ini kepada Allah

Karena ibu yakin.... 
Sekiranya, suara ini sampai ke langit
Jeritan ini akan membumbung tinggi menembus awan,
Maka yang binasa adalah engkau
Maka yang menimpamu adalah kebinasaan dan kesengsaraan
Kebinasaan yang tidak bisa di obati oleh obat, 
yang tidak mungkin tersembuhkan oleh dokter
Bagaimana pula aku akan mengangkatnya ke langit...
Padahal engkau adalah jantung hatiku
Bagaimana akan aku adukan kepada Allah..
Padahal engkau adalah pelipur laraku
Bagaimana pula aku akan tangisi kepada Allah azza wa jala
Padahal engkau adalah kebahagian hidupku

Bangunlah nak...
Uban telah merambat di kepalamu
Akan berlalu masa, sehingga engkau akan menjadi tua juga
Sebagaimana engkau berbuat, begitu pula engkau akan diperlakukannnya yang sama
Dan jalan sesuai apa yang telah engkau perbuat
Aku tak ingin engkau nantinya menulis surat dengan air matamu kepada anak-anakmu
Sebagaimana aku telah menulis surat dengan air mataku untukmu

Anakku...
Bertakwalah engkau kepada Allah,

tentang ibumu
Peganglah kakinya, sesungguhnya surga di bawah kakinya
Basuhlah air matanya
Balurlah kesedihanya
Kencangkan tulang ringkihnya
Kokohkan badanya yang telah rapuh
Anakku
Setelah engkau membaca surat ini, terserah engkau
Apakah engkau akan sadar, dan akan kembali kepada ibumu
Atau engkau akan menyobek kertas ini
Barang siapa yang menanam, niscaya dia juga yang akan menunai
Dari Ibumu yang selalu mencintaimu











Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Terima kasih komentarnya. Seandainya ada kesalahan dalam penulisan dalil-dalilnya mohon koreksinya, kritik dan sarannya kami tunggu jazakallah