Surat untukmu wahai ibu...


Ibu...
Saat ini, aku sungguh mencintaimu..........
Aku sungguh aku mencintaimu........
Cinta yang tak pernah aku rasakan sebelumnya dalam kehidupanku
Untuk pertama kalinya dalam kehidupan, 
Bahwa segala sesuatu yang disekelilingku dipenuhi rasa cinta yang baru ini
Semua yang didalam diri ini terasa terguncang dengan hebat

Sungguh...
sekarang ini aku selalu mencintaimu wahai ibu
Akan tetapi, 
Aku tidak pernah memahami hakekat rasa cinta itu dengan sebenarnya, kecuali hari ini
Sebuah keganjilan dari perasaan ini meliputiku
Setelah bertahun-tahun aku hidup disampingmu
Sebagaimana seorang gadis tumbuh bersama dengan ibunya
Sepanjang umurku, aku merasakan belaian cintamu
dan merasakan dekapan kasih sayangmu

Semenjak aku bayi munggil, gadis kecil, sampai aku sekarang dewasa
yang telah siap menempuh dunia baru yang jauh dari rumahku, jauh dari orangtua dan kerabat

Selama itu aku merasa heran
Melihat kasih sayangmu kepada kami
Pengorbananmu kepada kami anak-anakmu
Sehingga aku bertanya-tanya

Dari Jenis manusia apa, 
seseorang yang tidak pernah ragu sekalipun untuk memberikan kehidupannya dan semua yang dia miliki, dalam rangka untuk kebahagian kami

Manusia apa, 
yang sepanjang umurku aku menyebutnya dengan panggilan ibu
dari bahan apa dia dibuat, 
dan dari hati yang mana dia diciptakan
Hati yang tidak mengenal, kecuali kasih sayang kepada anak-anaknya yang keluar dari dalam perutnya

Dengan bersamaan tangisan bayi baruku wahai ibu, baru aku sadar
Dari tawa baji baruku wahai ibu, aku baru belajar
Dari nafasnya yang hangat dan harum tubuh mungilnya, baru aku mendapatkan jawaban

Jawaban yang selama ini selalu membingunganku, setiap kali aku menatap wajahmu
Atau ketika aku memperhatikan kedua matamu
Sekarang baru aku mengetahui hakekat-hakekatnya

Hari ini aku baru mengetahui tentang hakekat seorang ibu, wahai ibu
Karena aku telah menjadi seorang ibu dari bayi mungilku

Sekarang aku melihat diriku bersamamu
Aku melihat semua kehidupanku, semenjak aku datang ke kehidupan dunia ini
hingga aku dewasa, menikah
sampai Allah menganugerahi bayi mungil yang cantik ini kepadaku

Ibu..
proses melahirkan sangat berat bagiku
Aku merasa benar-benar tersiksa
Aku berharap, engkau  sekiranya ada di sampingku, disaat detik-detik yang ditunggu oleh setiap ibu
Akan tetapi aku mengerti akan keadaanmu
Aku mengetahui akan kesibukanmu dalam mengurusi rumah tangga

Aku telah rasakan sakitnya melahirkan
Sekarang aku tidak merasakan, kecuali detak jantungku yang dipenuhi cinta 
dan kasih sayang yang memenuhi kehidupan baruku

Dialah kehidupan baruku wahai ibu
Dialah kehidupanku, jiwaku dan semua yang aku miliki, dialah putriku
Alangkah gambaran indahnya kehidupan yang selalu berulang
Sambutlah kecupanku dan kecupan si kecil cucumu

Dari Anakmu


I LOVE IBU
























Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Terima kasih komentarnya. Seandainya ada kesalahan dalam penulisan dalil-dalilnya mohon koreksinya, kritik dan sarannya kami tunggu jazakallah